Jangan asal terbit, lewati Proofreding dulu !

RESUME Ke-13

 

Tema                      : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan
Narasumber   : Susanto,S.Pd
Moderator        : Edmu Yulfizar Abdan Syakura, Gr.,M.Pd

Proofreading, kata yang baru menurut saya. Saya semakin penasaran ini apa lagi, apa maksudnya dalam kepenulisan, kenapa saya harus belajar ini, kenapa pula peserta KBMN melahap materi ini. Seperti biasa, senin malam kami stay di group WA KBMN angkatan 31, akan melahap materi Proofreading beserta konsepnya.

Materi malam ini dipandu oleh pak Edmu Yulfizar, beliau adalah alumni KBMN angkatan 28, tebak saya, beliau adalah bagian tim solid Om Jay. Narasumber malam ini adalah pak Susanto,S.Pd. Populer dipanggil pak DSus, karya tulisa beliau cukup banyak. Paling menarik adalah beliau memiliki pengalaman dalam menyunting naskah, termasuk naskah para penulis KBMN ini. Luar biasakan!. Salah satu yang paling saya sukai di KBMN angkatan 31 adalah para pematerinya sangat berkualitas dari sisi ilmunya.

Kenapa Proofreading ? satu lagi istilahnya yaitu self editing. Tujuan utamanya adalah agar tulisan menjadi baik dan benar, enak dibaca dan mudah dipahami. Hal yang sepele ketika harus memilih konten (isi) atau teknik penulisan. Kenapa ?  Dalam hal penulisan kadang kita sering lupa dalam penulisan huruf, hal ini disebabkan terlalu fokus dengan isi (konten) sehingga lupa dengan teknik menulis. Masalah tata cara penulisan huruf atau kaedah ejaan lainnya bersifat mikro dalam menulis buku. Tapi tetap tidak bisa diabaikan, permasalahan ini merupakan faktor bahwa tulisan yang dipublikasikan memiliki nilai yang tinggi dan berkualitas. Oleh karena itu sebelum menerbitkan tulisan penting bagi kita melalui tahap Proofreading.

Proofreading dalam menulis artinya mengoreksi kembali tulisan, dengan cara membaca ulang tulisan untuk memeriksa kesalahan kesalahan dalam tulisan. Apa saja yang perlu diperiksa, antara lain :

      1. Kesalahan pengetikan (saltik) terhadap ejaan
      2. Penggunaan tanda baca
      3. Konsistensi dalam penggunaan nama atau istilah
      4. Logika dalam sebuah tulisan

Kesalahan atau bahasa kerennya Typo. Ada beberapa Saltik (Typo)yang perlu kita pahami :

            Mengapa proofreading perlu dilakukan. Karena sering penulis sulit untuk menemukan kesalahan dalam menulis, sehingga sudah merasa bahwa tulisannya layak untuk diterbitkan. Proofreading sebaiknya diakukan ketika sudah selesai menulis, dan hindari mengoreksi ketika sambil menulis. Bagaimana langkahnya dan siapa yang melakukannya, simak slide dibawah ini :

 Bagaimana kalau tidak melakukan proofreading ?, bisa membuat seseorang yang membaca tulisan membuat persepsi yang berbeda. Maka disinilah peran Proofreading tersebut. Insight yang saya dapatkan dari narsumber malam ini adalah  Semakin Anda KERAS dan KETAT mengedit Insya Allaah tulisan makin bagus dan bisa menjadi bahan belajar pembaca.

Menulis, menulis, menulis dan menulis ! Jangan Lupa Proofreading

Salam literasi : Recky Aprialmi,S.Pd.,M.Pd 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *