RESUME Ke-25
Tema : Menulis Puisi
Narasumber : Dr, Hj. E, Hasanah,M.Pd
Moderator : Widya Arema
Kembali ke KBMN-31, sudah masuk pertemuan ke 25, malam ini temanya adalah Menulis Puisi. Narsumber oleh ibu Hasanah dan dimoderatori dengan ibu Widya Arema. Perlu diketahui beliau adalah alumni dari KBMN Angkatan 18. Ingin jauh berkenalan dengan beliau, silahkan kunjungi blog beliau di alamat : https://hasanahhalima.blogspot.com/2023/02/profil-e-hasanah.html
Dari penjelasan narasumber tentang puisi, adalah,
Puisi Menurut Kamus besar bahasa Indonesia (KBBI).
-
- Ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait;
- Gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertanjam kesadaran orang akan pengalaman dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus;
- Sajak;
Puisi menurut H.B Jassin.
Karya sastra yang diucapkan dengan perasaan dan memiliki gagasan atau pikiran serta tanggapan terhadap suatu hal atau kejadian tertentu.
Struktur Fisik Puisi (Unsur Wujud)
-
- Bentuk (berbentuk baris-bait)
- Diksi (pemilihan kata indah dan memiliki kekuatan makna)
- Majas (bahasa kias untuk mengungkapkan isi hati penyair)
- Rima (persamaan bunyi di baris/ akhir baris untuk memunculkan keindahan bunyi)
Adapun Jenis Puisi
- Puisi Lama
Puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan yaitu jumlah kata dalam 1 baris, jumlah baris dalam 1 bait, persajakan (rima), banyak suku kata di tiap baris.
a. Ciri-ciri:
-
-
- Tidak diketahui nama pengarangnya
- Penyampaian dari mulut ke mulut yang merupakan sastra lisan
- Sangat terkait aturan misalnya jumlah baris di tiap bait
-
b. Jenis Puisi:
-
-
- Mantra, yaitu ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib
-
Contoh: Mantra untuk mengobati orang dari makhluk halus
Sihir lontar pinang lontar
Terletak di ujung bumi
Setan buta jembalang buta
Aku sapa tidak berbunyi
-
-
- Pantun, adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, setiap bait terdiri dari 4 baris, dan tiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, sedangkan 2 baris berikutnya sebagai isi.
-
Contoh: Pantun Nasehat
Sungguh elok emas permata
Lagi elok intan baiduri
Sungguh elok budi bahasa
Jika dihias akhlak terpuji
-
-
- Seloka, adalah pantun yang berkait atau bertautan
-
Contoh:
Sudah bertemu kasih sayang
Duduk terkurung alam dan siang
Hingga setapak tiada renggang
Tulang sendi habis terguncang
-
-
- Talibun, yaitu pantun genap yang setiap barisnya terdiri dari 6, 8, atau 10 baris
-
Contoh:
Anak orang di padang tarap
Pergi berjalan ke kebun bunga
Hendak ke pekan hari tiap senja
Di sana sirih kami kerekap
Meskipun daunnya berupa
Namun rasanya berlain juga
- Puisi Baru
Puisi yang tidak terikat oleh aturan yang mana bentuknya lebih bebas dari pada puisi lama dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
a. Ciri-ciri:
-
- Memiliki bentuk yang rapi dan simetris (sama)
- Persajakan akhir yang teratur
- Menggunakan pola sajak pantun dan syair walaupun dengan pola yang lain
- Sebagaian besar puisi empat seuntai (baris)
b. Jenis Puisi:
-
- Balada, yaitu puisi berisi kisah/ cerita.
Contoh: Derita Anak Bangsa
By. Ainun Qalbi S.R
Ia mengayuh semangatnya
Menjual koran di pagi hari
Panasnya matahari, dinginnya hujan
Tak ia rasakan
Ia sampai putus sekolah
Cita-cita tak lagi ia gantungkan
Hanya ada satu kewajiban
Menjual koran, mencari makan
-
-
- Himne, adalah puisi pujaan untuk menghormati Tuhan, seorang pahlawan, atau tanah air.
- Ode, adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi bersifat menyanjung terhadap pribadi tertentu.
- Epigram, yaitu puisi yang berisi tuntunan/ ajaran hidup.
- Romansa, adalah puisi yang berisi luapan cinta kasih.
- Elegi, adalah puisi yang berisi ratap tangis/ kesedihan.
- Satire, yaitu puisi yang berisi sindiran/ kritik.
-
Saat ini yang digandrungi penulis jenis puisi bebas, walaupun ada puisi yg terikat dengan aturannya seperti puisi patidusa di atas, ada puisi telelet, puisi akrostik, puisi 2.0, dan puisi lainnya.
-
-
- Puisi telelet seperti patidusa, telelet itu tiga empat lima enam lima empat tiga. Jadi dalam satu bait ada 7 larik.
-
Larik ke-1 tiga kata
Larik ke-2 empat kata
Larik ke-3 lima kata
Larik ke-4 enam kata
Larik ke-5 lima kata
Larik ke-6 empat kata
Larik ke-7 tiga kata
Materi yang sangat bagus, menambah gizi kepenulisan dengan genre puisi, Menulisla sesuai dengan passion. Dan BERKARYALAH !
Salam Penulis : Recky Aprialmi,S.Pd.,M.Pd