RESUME Ke-15
Tema : Konsep Membuat Buku Non Fiksi
Narasumber : Musiin, M.Pd
Moderator : Lely Suryani,S.Pd.,SD
Alhamdulillah kembali lagi di kegiatan KBMN Angkatan 31, pertemuan ke-15. Tidak terasa ya. Seperti biasa penyampaian materi malam ini lewat Platform Whatsapp. Tema yang diberikan adalah “ Konsep Membuat Buku Non Fiksi”. Disampaikan oleh ibu Musiin, M.Pd, Moderator malam ini Ibu Lely Suryani, S.Pd.,SD. Pokoknya tidak usah diragukan lagi keilmuan mereka lha ya serta tidak perlu dijelaskan lagi siapa mereka ini. Yang jelas mereka banyak karya literasinya. Dampak positif dari ikut KBMN.
Pertemuan dimulai dengan motivasi, dengan narasumber mencapture cover buku dengan judul “ Is There a Book Inside You?”. Buku ini ditulis oleh Dan Poynter and Mindy Bingham. Inti dari buku ini adalah “Setiap orang mempunyai buku dalam dirinya, tapi tidak banyak yang mendokumentasikannya”. Artinya Semua orang bisa menulis, asalkan konsisten mau dalam menuangkan ide-ide dalam bentuk tulisan.
Penjelasan narasumber, dikatakan buku non fiksi adalah buku yang ditulis berdasakan fakta dan kenyataan, dari segi isi buku non fiksi berisi informasi, pengetahuan dan wawasan. Penulisan buku non fiksi umumnya bertujuan menyajikan temuan baru, bisa juga sebagai penyempurnaan dari informasi yang ada.
Sedangkan menurut KBBI. Buku non fiksi adalah Buku yang tidak bersifat fiksi, tapi berdasarkan fakta dan kenyataan. Buku non fiksi biasanya dijadikan referensi bagi pembaca, gaya penulisan buku non fiksi menggunakan bahasa detonatif yaitu bahasa sebenarnya, sehingga pembaca paham maksud dari isi buku tersebut.
Menurut narasumber, dalam penulisan non fiksi setidaknya ada 3 pola penulisan, ini umum digunakan, antara lain :
-
-
- Pola Hierarkis, dikembangkan dari mudah sampai ke sulit, misalnya buku pelajaran
- Pola Prosedural, dikembangkan berdasarkan urutan proses, misalnya buku panduan
- Pola Klaster, dikembangkan berdasarkan point atau per bab, misalnya buku kumpulan kumpulan tulisan, artikel dll.
-
Selanjutnya, proses penulisan buku non fiksi, ada lima langkah utama yang harus dilalui :
- Pra Tulis
-
-
- Menentuka Tema, Ide dari tema ini bisa datang dari mana saja, tapi harus fokus dan terarah.
- Menentukan ide
- Menentukan jenis tulisan
- Mengumpulkan bahan tulisan, Mengumpulkan data dan referensi yang relevan sesuai dengan tulisan kita
- Bertukar pikiran, menentukan apa yang ingin dicapai dengan buku tersebut.
- Menyusun daftar
- Melakukan riset sederhana
- Membuat mind mapping
- Menyusun kerangka
-
Misalnya, berupa praktik baik yang dilakukan di kelas pada proses pembelajaran ;
Tema numerasi “Meningkatkan kemampuan numerasi pada peserta didik kelas bawah“. Tentu ini sudah kita lakukan dan kita praktekkan dalam pembelajaran, tinggal kita mengumpulkan data data yang relevan,photo dokumentasi lainnya.
- Menulis draft, dapat dilakukan dengan :
-
-
- Menuangkan konsep tulisan ke tulisan dengan prinsip bebas
- Kesempurnaan bukan prioritas, tapi bagaiman ide menjadi tulisan
-
- Melakukan revisi draft, dilakukan dengan :
-
-
- Merevisi sistematika, struktur penyajian
- Memeriksa gambaran umum naskah
-
- Menyunting naskah sesuai KBBI dan PUEBI
-
-
- Memeriksa dan memperbaiki ejaan kalimat
- Memeriksa dan memperbaiki tata bahasa
- Penggunaan Diksi
- Cek validitas data dan fakta
- Legalitas dan norma yang berlaku di masyarakat
-
Menulis bukanlah keterampilan yang mudah. Menulis termasuk dari empat keterampilan berbahasa, menulis dianggap paling sulit. Menulis tidak semudah berbicara, tidak semudah bergosip. Justru tantangannya ada karena sulit. Perjuangan menjadi penulis dengan mengikuti kelas menulis, membuat resume, menghasilkan buku, maka akan lahir CINTA MENULIS.
Beranilah untuk berkarya !
Salam literasi : Recky Aprialmi,S.Pd.,M.Pd
Bagus
Terima kasih pak