Menjadi Penulis Buku Mayor

RESUME Ke-20

 

Tema                    : Menjadi Penulis Buku Mayor

Narasumber       : Joko Irawan Mumpuni

Moderator          : Dail Ma’ruf

 Masuk ke pertemuan ke-20, mau keujung materinya sudah mulai menampakkan hilal tentang penerbitan buku, kali ini temanya adalah “Menjadi Penulis Buku Mayor”, dengan narasumber pak Joko Irawan Mumpuni, beliau adalah praktisi penerbitan buku kelas atas, dan memiliki pengalaman dibidang penulisan dan penerbitan buku mayor. Pertemuan malam ini dikomandoi oleh pak Dail Ma’ruf,yang pernah jadi narasumber pertemuan sebelumnya.

Menurut pak Joko, Penerbit merupakan bagian Industri Kreatif yang berorentasi pada profit. Didalam Penerbit ada SDM kreatif sebagai pendukungnya, kenapa tidak, didalamnya ada Penulis, editor, layouter, Ilustrator dan desain grafis.

Menerbitkan buku sesungguhnya merupakan kegiatan penyebaran/menjual ilmu pengetahuan. Diawali dengan konsep Marketing 1.0 hingga marketing 5.0. seperti dalam gambar berikut.

Marketing 5.0 memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk meniru kecerdasan dan interaksi manusia dalam strategi pemasaran. Teknologi seperti AI, NLP, sensor, robotika, AR, VR, IoT, dan Blockchain dipadukan untuk menciptakan, menyampaikan, dan meningkatkan nilai bagi pelanggan secara menyeluruh. Pendekatan ini menandai era baru pemasaran di mana teknologi berperan untuk meniru kemampuan manusia dalam memahami dan melayani pelanggan dengan lebih personal dan bermakna.

Diera teknologi ini, format buku apa yang diminati oleh orang, bisa dilihat dari hasil survey berikut.

Seorang penulis sebelum menerbitkan karyanya, penting mengetahui kelompok buku apa saja di pasaran, mengetahui siapa pembaca utamanya. Kategori buku di pasaran bisa dilihat di grafis dibawah ini.

Apa yang diperoleh dari kecakapan dalam menulis setelah menerbitkan bukunya, antara lain ;

        1. Kepuasaan
        2. Reputasi
        3. Karir
        4. Uang

Kemudian apa yang diperoleh penulis, dari menerbitkan bukunya;

        1. Peningkatan finansial ; royalti, diskon pembelian langsung, seminar
        2. Peningkatan karir ; status jabatan, karir
        3. Kebutuhan batin ; Buku yang monumental akan dikenang sepanjang masa
        4. Repurtasi ; Buku yang terpublikasi akan meningkatkan repurtasi penulisnnya

Oleh sebab itu agar buku yang kita tulis dapat diterima penerbit mayor, maka kita harus memiliki cara berfikir tidak hanya 5W + 1 H, tetapi 2H, H yang kedua adalah How Muct Much. Seperti dalam gambar berikut ini:

Karena sudah terstruktur, penerbit mayor nanti secara otomatis sudah memiliki ISBN. Tugas penerbit akan melakukan sorting naskah yang dikirimkan oleh para penulis buku, melakukan kajian dan riset terhadap naskah tersebut, sehingga memasarkannya ke jaringan toko buku yang dimilikinya, artinya penerbit mayor melakukan proses industri didalamnya, beda halnya dengan penerbit indie (self publishing).

Secara umum, proses penilaian naskah oleh penerbit mayor.

Kotak berwarna merah diatas, biasanya penerbit mayor akan menolak untuk menerbitkannya. Untuk menentukan bahwa  tema buku memiliki nilai pasar, kita bisa menggunakan google trend. Dengan langkah sebagai berikut.

Misalnya apakah tema tentang batu akik masih laku.

Ternyata sudah ketinggalan zaman, contoh tema lainnya.

Tema buku seperti PEMASARAN hasilnya sangat baik, pasarnya stabil. Bagaimana dengan tema matematika?

Ternyata hasilnya juga mantap.

Sedangkan untuk melihat apakah penulis popular atau tidak dapat memakai Google Scholar sebagai berikut :

Sampai di sini sudah berada di level mana bapak ibu semua terkait dalam hal tulis menulis?, perhatikan gambar ilustrasi dibawah ini.

Nah, kita sebagai penulis sudah sampai dimana ?

Berikut adalah proses dari naskah sampai menjadi buku yang dijual di masyarakat:

Dalam hal menerbitkan buku, seorang penulis harus mengetahui ciri ciri penerbit yang profesional, profesional dalam memiliki nilai kebaikan, antara lain :

        1. Memiliki visi dan misi yang jelas
        2. Memiliki bisnis core lini produk tertentu
        3. Memiliki pengalaman
        4. Jaringan pemasaran yang luas
        5. Memiliki percetakan sendiri
        6. Keberanian mencetak jumlah eksemplar
        7. Kejujuran dalam membayar royati

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah

Pramoedya Ananta Toer

Bila kau bukan anak raja, juga bukan anak ulama besar, maka menulislah

Al Ghazali

Salam Literasi : Recky Aprialmi,S.Pd.,M.Pd

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *