Gali Potensi Diri Ukir Prestasi

RESUME Ke-4

Tema                       : Gali Potensi Ukir Prestasi
Pemateri             : Aam Nurhasanah,S.Pd
Moderator          : Edmu Yulfizar Abdan Syakura, Gr.,M.Pd

Alhamdulillah tidak terasa, sudah Rabu malam saja, para komunitas belajar menulis sesuai jadwal yang telah ditentukan akan melahap materi dari narasumber KBMN PGRI di group WA. Temanya yaitu Gali Potensi Ukir Prestasi dengan narasumber bu Aam Nurhasanah,S.Pd, kegiatan ini dipimpin oleh pak Edmu Yulfizar, beliau alumni KBMN ke 28. Narasumber kali ini merupakan alumni KBMN angkatan 12 tahun 2020, beliau juga seorang guru penggerak, merupakan guru bahasa indonesia. Tentu prestasi beliau juga keren. Kenapa tidak, di blog profil beliau ternyata sudah menghasilkan 62 buku Antologi, beliau pernah juara blog, aktif di berbagai komunitas literasi. Sangat relevan materi malam ini.

Bagaimana menggali potensi diri ? sederhana sekali yakni mulailah dari apa yang kita sukai, ingat pertemuan ke-1, Narasumber om Jay mengatakan menulis itu mudah, mengembangkan ide pun tidak sulit, tekniknya adalah apa yang paling kita sukai dan apa yang paling kita kuasai. Pernyataan tersebut senada dengan Ibu Aam. Ibu Aam juga menambahkan jika kita mendapatkan hal hal yang baru, misalkan ilmu dalam menulis, maka asahlah hal baru tersebut agar kita terbiasa.

Memiliki semangat untuk menerima tantangan juga penting untuk menggali potensi terpendam kita, belajar dari pengalaman Ibu Aam ketika bisa menulis dan menerbitkan buku Antologi dan buku solonya, semua berawal mengikuti KBMN gelombang ke-12, waktu itu tanah air diserang wabah covid, sekolah pun tutup, sistem belajar menjadi daring. Semua dilewati penuh tantangan, tapi tantangan tersebut bisa dilalui dengan semangat, percaya diri dan ikut komunitas penulis. Disitulah potensi diri kita terasah.

Ketika menulis sudah menjadi candu. Maka kita sebenarnya bisa mengeploitasi diri kita dengan memberikan tantangan untuk diri sendiri. Misalnya apa yang dilakukan Ibu Narasumber kita yaitu percaya diri untuk menerima tantangan menulis dari penerbit Andi (Penerbit Mayor), menulis dalam waktu satu minggu. Tantangan menulis satu minggu ini didampingi oleh Prof. Ricahrdus Eko Indrajit. Tidak terpikirkan kan ya ?. Menulis satu minggu, diterbitkan penerbit mayor, kemudian di jual di toko buku terbesar Indonesia yaitu Gramedia. Ini luar biasa sekali !

Banyak pengalaman menarik yang memberikan inspirasi bagi calon penulis hebat dari pemaparan materi oleh ibu Aam. Bagaimana beliau melewati proses tersebut, menghasilkan banyak karya. dengan semangat dan komitmen yang tinggi pada bidang yang sudah ditekuni, sehingga melahirkan prestasi yang luar biasa, khususnya literasi. Dari yang dijelaskan Narasumber malam ini, pelajaran yang dapat saya ambil adalah menjaga konsistensi semangat dan komitmen, tidak takut dengan tantangan serta ikut bergabung dengan komunitas yang memiliki selera sama dengan kita, disitulah akan lahir ide inspiratif. Lebih penting lagi adalah menulis itu mudah, jadikan sebagai passion kita. Andaikan mengalami kegagalan, maka jadikan itu sebagai motivasi lebih besar lagi untuk berprestasi, sabar dan nikmati prosesnya. Selama proses yang kita jalani benar, maka prestasi akan datang secara sendirinya. Anda percaya ? maka segera lakukan aksi untuk membuktikannya.

Salam Literasi : Recky Aprialmi,S.Pd.,M.Pd

You May Also Like

20 Comments

  1. Luarr biasaa ulasannya sangat lugas… Semua materi saya dikemas dengan sudut pandang yang berbeda. Pembuka, isi, penutupnya mantap. Semoga fokus hingga lulus ya

    1. iya Ibu keren, terima kasih banyak, penyampaian materi ibu luar biasa, banyak insight yang saya dapatkan,memberikan inspirasi luar biasa, semangat, motivasi dan konsisten yang perlu saya tiru dari ibu Aam. terima kasih banyak bu doa dan motivasinya

Tinggalkan Balasan ke Aam Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *