Menghitung Konsentrasi Ion H+ dan Ion OH-

Dari penjelasan tentang sistem kesetimbangan air, perlu dipahami bahwa setiap larutan yang mengandung air pasti terdapat sistem kesetimbangan tersebut.
Kekuatan asam sebanding dengan jumlah ion H^{+}, sedangkan kekuatan basa sebanding dengan jumlah ion OH^{-}.
Berikut penjelasan cara menentukan besar konsentrasi ion H^{+}  dan ion OH^{-}  dalam larutan asam dan basa.

 a. Asam Kuat

Suatu asam dikatakan sebagai asam kuat jika basa tersebut dapat terionisasi secara sempurna.
Contoh senyawa yang termasuk asam kuat :

1) Asam sulfat ( H_{2}SO_{4} )
2) Asam bromida (HBr)
3) Asam iodida (HI)
4) Asam klorat ( HClO_{3} )
5) Asam perklorat (HClO_{4})

Dalam larutan asam, jumlah ion H^{+} lebih banyak dibanding ion OH^{-} . Untuk menghitung konsentrasi ion H^{+}  dalam larutan asam dapat menggunakan rumus sebagai berikut:

 [ H^{+} ] = Ma x a

Dengan keterangan :
[ H^{+} ]    = konsentrasi ion H+ (mol/L atau Molar)
Ma                                = Molaritas asam kuat (mol/L atau Molar)
a                                   = valensi asam kuat.

Untuk menghitung konsentrasi ion H^{+} dan ion OH^{-} dalam larutan asam kuat perhatikan contoh berikut:

Contoh soal:
Berapa konsentrasi ion H^{+} dan ion OH^{-} dalam larutan HCl 0,1M pada suhu 25^{0}C ?

Penyelesaian

Diketahui :
Ma = 0,1 M
Ditanya :
H^{+}   = ?
OH^{-} = ?

Jawab :
HCl adalah asam kuat, rumus menghitung [H+] adalah
[ H^{+} ] = Ma × a
= 0,1 × 1
= 0,1 mol/L

Untuk menghitung [ OH^{-} ], bisa menggunakan rumusan Kw, sebagai berikut:

                 Kw = H^{+} x OH^{-}

(pada suhu 25^{0}C )  nilai Kw = 10^{-14}, Maka :

Kw = H^{+} x OH^{-}

10^{-14}  = 0,1 x [ OH^{-} ]

[ OH^{-} ] = \frac{10^{-14}}{0,1}

                 [ OH^{-} ] = 10^{-13}

maka didapatkan hasil =

H^{+} = 0,1 mol/L

OH^{-} = 10^{-13}

b. Basa Kuat

Basa kuat adalah basa yang dapat terionisasi dengan sempurna.

Contoh senyawa yang termasuk basa kuat:

1) Litium hidroksida (LiOH)
2) Natrium hidroksida (NaOH)
3) Kalium hidroksida (KOH)
4) Kalsium hidroksida (Ca(OH)_{2})
5) Rubidium hidroksida (RbOH)
6) Stronsium hidroksida (Sr(OH)_{2})
7) Sesium hidroksida (CsOH)
8) Barium hidroksida (Ba(OH)_{2})
9) Magnesium hidroksida (Mg(OH)_{2})
10) Berilium hidroksida (Be(OH)_{2})

Dalam larutan basa, jumlah ion OH^{-}  lebih banyak dibanding ion H^{+} . Untuk menghitung konsentrasi ion  OH^{-}  dalam larutan basa dapat menggunakan rumus sebagai berikut :

                    OH^{-} = Mb x b

Dengan keterangan :
OH^{-}    = konsentrasi ion OH- (mol/L atau Molar)
Mb                              = Molaritas Basa kuat (mol/L atau Molar)
b                                 = valensi Basa kuat.

Untuk menghitung konsentrasi ion H^{+} dan ion OH^{-} dalam larutan basa kuat perhatikan contoh berikut:

Contoh soal:

Berapa konsentrasi ion H^{+}  dan ion OH^{-}  pada larutan NaOH 0,1M pada suhu 25 0C?

Penyelesaian :

Diketahui :
Mb = 0,1 M
Ditanya :
H^{+}   = ?
OH^{-} = ?

Jawab :
NaOH adalah Basa kuat, rumus menghitung [OH-] adalah
[ OH^{-} ] = Mb × a
= 0,1 × 1
= 0,1 mol/L

Untuk menghitung [ OH^{-} ], bisa menggunakan rumusan Kw, sebagai berikut:

Kw = H^{+} x OH^{-}

(pada suhu 25^{0}C )  nilai Kw = 10^{-14}, Maka :

Kw = H^{+} x OH^{-}

10^{-14}  = [ H^{+} ] x 0,1 mol/L

[ H^{+} ] = \frac{10^{-14}}{0,1}

[ H^{+} ] = 10^{-13}

maka didapatkan hasil :

H^{+}  = 10^{-13} mol/L

OH^{-} = 0,1 mo/L

c. Asam Lemah

Asam lemah adalah asam yang terionisasi Sebagian dalam air. Contoh senyawa asam lemah :

      1. Asam format (HCOOH)
      2. Asam asetat atau asam cuka (CH_3COOH{})
      3. Asam fluorida (HF)
      4. Asam karbonat (H_2CO_3{})
      5. Asam sianida (HCN)
      6. Asam nitrit (HNO_2{})
      7. Asam hipoklorit (HClO)
      8. Asam sulfit (H_2SO_3{})
      9. Asam sulfida (H_2S{})
      10. Asam fosfit (H_3PO_3{})

Dalam air, hanya Sebagian molekul asam lemah terurai menjadi ion-ionnya, sehingga derajat ionisasinya 0 < α < 1. Jika konsentrasi awal larutan asam lemah HA dinyatakan sebagai Ma, maka:

Jika nilai α sangat kecil (α ≪ 1), maka dapat diasumsikan nilai (1 − α) ≈ 1, sehingga persamaan Ka untuk asam lemah dapat ditulis seperti berikut :

Jadi, untuk menghitung konsentrasi ion H+ dapat digunakan nilai Ka ataupun nilai α

Dengan keterangan :
Ka  = tetapan ionisasi asam lemah.
Ma = molaritas asam lemah
α    = derajat ionisasi asam lemah

Untuk menghitung konsentrasi ion H+ dan ion OH- dalam larutan asam lemah perhatikan contoh berikut:

Contoh soal :
Tentukan konsentrasi ion H^{+} dan ion OH^{-} dalam larutan CH_3COOH{} 0,1 M dengan Ka CH_3COOH{} = 10^{-5} ?

Penyelesaian :
Diketahui :
Ma = 0,1 M
Ka = 10^{-5}
Ditanya :
H^{+}   = ?
OH^{-} = ?

Jawab :
Larutan CH_3COOH{} adalah asam lemah, maka untuk menghitung konsentrasi ion H^{+} menggunakan rumus :

Untuk menghitung OH^{-}, kalian bisa menggunakan rumusan Kw, sebagai berikut :

Kw =[ H^{+} ] x [ OH^{-} ]

10^{-14} = [ 10^{-3} ] x OH^{-}

OH^{-} = \frac{10^{-14}}{10^{-3}}

OH^{-}= 10^{-11} mol/L

Jadi :

H^{+} = 10^{-3} mol/L

OH^{-}= 10^{-11} mol/L

 

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *